Olahraga Aman untuk Penderita Rematik

Detail Berita
Olahraga aman untuk penderita rematik. (Foto: Getty Images)

BEROLAHRAGA ringan dan teratur kadang sulit dijalani oleh penderita rematik. Padahal, olahraga menjadi salah satu cara terbaik yang dilakukan untuk menjaga sendi agar tetap sehat.

Jika Anda sering merasa nyeri di bagian persendian, tulang seperti rontok atau badan kaku, mungkin Anda alami rheumatoid arthritis (RA) atau rematik. Rematik merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik yang kronik.

Walaupun dengan gejala samar-samar, namun pasien umumnya alami gejala awal seperti nyeri musculoskeletal (otot dan tulang) yang cepat berlalu dan morning stiffness (kaku di pagi hari) yang berlangsung beberapa minggu atau bulan tanpa menghasilkan diagnosis.

”Gejala rematik pada setiap individu dapat berbeda,” kata spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Premier Bintaro,dr Sapto Adji Hardjosworo Sp.OT.

Rematik merupakan bagian dari penyakit radang sendi atau artritis. Penyakit ini banyak sekali ragamnya, mencapai lebih dari 100 jenis. Dokter yang akrab disapa Adji ini mengatakan, gejala umumnya diikuti dengan kekakuan pada sendi sehingga menjadi sulit digerakkan dan bahkan dapat pula terjadi perubahan bentuk sendi (deformitas).

Dengan adanya tingkat sensitivitas yang berbeda antarindividu, tak jarang pula ada penderita rematik yang tidak merasakan gejala awal rematik, namun langsung merasakan sakit yang luar biasa saat harus menggerakkan sendi.

Ada juga beberapa orang yang mengalami gejala rematik dengan disertai peradangan, sendi berwarna kemerahan, bengkak, bahkan hingga demam. Banyak penderita rematik yang takut berolahraga.

Padahal, olahraga sangat bermanfaat untuk melatih otot dan persendian. Berjalan kaki, berolahraga ringan, atau mengerjakan pekerjaan rumah ringan dapat membantu melatih otot dan sendi agar tidak semakin kaku. Namun, jangan melakukan olahraga yang terlalu berat karena justru dapat menyebabkan cedera.

Memang tidak sedikit orang yang berpikir bahwa olahraga dapat memperburuk sendi bagi penderita rematik. Padahal, sangat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga membantu mengurangi rasa sakit, kelelahan, meningkatkan fleksibilitas gerak dan kekuatan, serta membuat rematik lebih baik secara keseluruhan.

Dikatakan oleh ahli ortopedi dari Rumah Sakit Premier Omni Alam Sutera Tangerang, dr Albert Gandakusuma SpOT bahwa olahraga yang tepat untuk penderita rematik sebenarnya berbeda pada masing-masing keluhan yang dialami oleh tiap penderita.

”Rematik menyerang beberapa sendi,jadi olahraga yang tepat juga harus dilihat berdasarkan keluhan pasien,” ujarnya.

Terdapat tiga jenis latihan yang dapat dilakukan dan terbukti aman untuk penderita rematik, yaitu pemanasan, penguatan, dan penyejukan. Pemanasan adalah hal yang paling sederhana dan mudah yang terdiri atas peregangan dengan memegang sendi dan otot yang berbeda masing-masing selama 10 hingga 30 detik.

Peregangan meningkatkan fleksibilitas dan peregangan harian adalah dasar bagi setiap program latihan. Untuk latihan penguatan melibatkan otot.Hal ini bisa dilakukan dengan mengangkat beban atau tidak sama sekali. Latihan ini memperkuat otot dan meningkatkan jumlah aktivitas yang dapat Anda lakukan tanpa rasa sakit.

Sementara pada latihan pendinginan atau latihan aerobik, meningkatkan kebugaran kardiovaskuler. Ada banyak manfaat latihan aerobik, antara lain adalah membuat hati dan pembuluh darah sehat dan memperbaiki suasana hati dan kesejahteraannya.

Latihan ini meliputi kegiatan seperti berjalan, berenang, bersepeda, atau menggunakan treadmill. Perlu diketahui bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat.

Hal tersebut dikarenakan, jalan kaki dapat membakar kalori, memperkuat otot, dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit. Namun, dari sekian banyak olahraga yang dapat dilakukan oleh penderita rematik, renang merupakan olahraga yang paling aman.

”Lakukan olahraga dengan meminta pendapat dokter atau terapis terlebih dahulu untuk mengetahui gerakan-gerakan yang terbaik dan apa gerakan yang harus dihindari,” ujarnya.

Olahraga yang sebaiknya dihindari adalah olahraga yang terlalu membebani lutut, terutama ketika rematik jenis asam urat sedang kumat,seperti olahraga bulutangkis, voli, tenis, joging, atau bela diri. Jangan memilih olahraga yang menggunakan cara berdiri terlalu lama karena akan menimbulkan sakit yang luar biasa.

”Lakukan olahraga selama 20 sampai 30 menit dan rasakan manfaatnya setelah satu bulan berlatih,” ungkap dia.

Selain itu, menjaga berat badan ideal menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi nyeri di sendi lutut.

sumber : OZ

0 komentar:

Posting Komentar

free counters

Labels

  © provide what women need

Design by Wenny Eka Pratiwi