Redam Emosi dengan Sesendok Gula

Glukosa berfungsi menyediakan energi untuk otak.

Gula alami (inmagine)

Emosi bisa datang kapan saja. Tentunya jika dibiarkan tidak terkontrol, akan merugikan Anda dan orang-orang di sekeliling. Ada cara mudah untuk meredamnya, yaitu segera konsumsi saja makanan atau minuman bercitarasa manis.

Mengonsumsi makanan manis, menurut penelitian tim dari Ohio State University, dapat membantu Anda mengontrol emosi. Kesimpulan tersebut diambil dengan membandingkan perilaku relawan yang ingin sangat ingin makanan manis dan relawan yang telah diberikan minuman manis.

Para peneliti percaya bahwa efek ini disebabkan oleh glukosa (gula sederhana yang ditemukan dalam aliran darah) yang berfungsi menyediakan energi untuk otak.

"Menghindari sikap agresif impulsif membutuhkan pengendalian diri. Pengendalian ini membutuhkan banyak energi, glukosa pun berfungsi menyediakan energi untuk otak. Mengonsumsi minuman manis dapat membantu menyediakan energi jangka pendek yang diperlukan, untuk mengontrol diri agar Anda tidak memukul orang lain," kata salah satu peneliti Profesor Brad Bushman, seperti dikutip dari Daily Mail.

Profesor Bushman menjelaskan, penemuan itu adalah lebih dari sekadar kepentingan medis. Dalam dua makalah yang diterbitkan, ia dan rekan-rekannya melakukan beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang buruk, cenderung lebih bersikap agresif dan sulit memaafkan orang lain. Masalahnya adalah bahwa jumlah orang yang memiliki kesulitan metabolisme glukosa - terutama mereka dengan diabetes - meningkat pesat.

"Diabetes bukan hanya merusak diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar. Metabolisme glukosa yang stabil dapat berkontribusi pada kondisi sosial yang damai, dengan memberikan level energi yang tinggi untuk pengendalian diri," ujarnya menambahkan.

Dalam studi yang dipublikasikan secara online dalam Journal Aggressive Behavior, 62 mahasiswa diminta berpuasa selama tiga jam untuk mengurangi ketidakstabilan glukosa. Mereka diberitahu bahwa akan berpartisipasi dalam studi uji rasa, kemudian setelah itu dilihat reaksi mereka untuk dievaluasi dalam tes terkomputerisasi.

Setengah dari peserta diberi minuman limun ditambah gula murni, sementara yang lain diberi limun dengan gula pengganti (sucralose, sakarin dan aspartam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang minum limun dengan gula bersikap tidak terlalu agresif dibanding mereka yang minum limun dengan gula pengganti.

sumber : OZ

0 komentar:

Posting Komentar

free counters

Labels

  © provide what women need

Design by Wenny Eka Pratiwi